blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

9 Sep 2009

Hacker Beritikad dan Kode Etik

Dengan semakin mendunia jaringan komputer dan internet, tempat kita hidup seolah menjadi sempit. Dengan internet, kita bisa berkeliling dunia tanpa harus tersesat, walau sebatas dunia maya.

Namun, tentu saja berbagai dampak dari globalisasi jaringan tersebut tidak menutup kemungkinan data yang ada dalam sebuah server bisa diubah atau dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu situs Depkominfo dan Partai Golkar terkena hack, kemudian tanggal 2 Mei 2008 salah satu media massa terkemuka juga kena sasaran hacker. Apa sebenarnya maksud dan tujuan para hacker? Dan, siapa sebenarnya mereka?

Topi putih

Hacker sejati sering juga disebut hacker ”topi putih”, motivasinya yang sama dengan perintis mereka, para hacker MIT, yaitu untuk mempelajari seluk-beluk sistem komputer yang ditemui. Mereka masih memiliki kode etik dengan prinsip tidak merusak.

Salah seorang hacker jenis topi putih yang dikenal hanya dengan nama ”Handle” pernah mengatakan, ”Hacker yearn for knowledge, and prosses a limitless curiosity for the internal works of the system. They usually have extensive knowledge in one or more programming languages. They do NOT purposefully damage or delete file.”

Pada praktiknya, semua hacker melakukan penyusupan, dan penyusupan memang melanggar bila dilakukan pada jaringan bukan milik sendiri. Namun, karena motivasi mereka adalah murni untuk belajar, para hacker sejati selalu berusaha untuk tidak mengubah apa pun sehingga administrator sistem tidak akan merasakan ada kejanggalan dalam sistemnya.

Bahkan, kadang-kandang ada juga hacker yang memberi tahu administrator suatu sistem apabila ditemukan kelemahan fatal pada sistem suatu perusahaan. Karena sifat mereka yang demikian, jarang terjadi hacker sejati mendapat masalah dengan pihak berwajib.

Tidak sedikit para hacker sejati sering menjadi pakar komputer maupun profesional TI setelah ”pensiun” dari kegiatan hacking mereka. Sampai saat ini banyak tokoh hacker sejati yang memberikan sumbangan yang signifikan pada perkembangan dunia TI.

”Hacker” jahat<

Hacker tipe ini menyalahgunakan kemampuan mereka untuk melakukan kejahatan komputer, mulai dari pencurian nomor kartu kredit hingga merusak server milik pemerintah, perusahaan, ISP, dan lain-lain. Karena tindakannya, mereka cenderung berada dalam konflik dengan petugas, administrator jaringan, ataupun para hacker ”topi putih”.

Ketika hacker jahat melakukan aksi, akan ada hacker ”topi putih” yang menawarkan jasa kepada korban untuk melacak hacker jahat ini. Dan, sebagian hacker ”topi putih” memberikan istilah bagi para hacker jahat dengan ”cracker”.

Awalnya hacker kelompok ini tidak memulai karier dengan motivasi kriminal, mereka biasanya memulai karier hacking dengan rasa ingin tahu. Namun, dalam perjalanannya mulai berpikir untuk menyalahgunakan apa yang telah mereka pelajari di masa awal karier hacking mereka.

”Bogus hacker”

Muncul sebagai ekses tersebarnya informasi tentang hacking dan keamanan komputer, kelompok yang disebut sebagai bogus hacker ini berjumlah cukup banyak. Aktivitas mereka sama dengan kedua kelompok sebelumnya, sering kali agak condong ke kelompok hacker kriminal dan mereka biasanya tidak setertutup kedua kelompok sebelumnya, bahkan cenderung menyombongkan diri.

Meskipun aktivitas mereka juga melakukan hacking, sebenarnya mereka tidak dianggap sebagai bagian dari kelompok hacker, baik hacker sejati maupun hacker jahat.

Kelompok hacker sejati dan hacker jahat memperoleh keahlian hacking sebagai usaha mereka dalam belajar. Mereka mampu menyusup ke dalam sistem komputer yang memiliki pengamanan karena mereka memang mampu. Terlepas dari baik buruknya itikad mereka, keahlian mereka memang di atas rata-rata.

Sementara para vandal komputer biasanya hanya tahu sedikit mengenai seluk-beluk komputer. Yang umum mereka lakukan adalah mencari situs-situs internet yang menyediakan program-program hacking yang sudah jadi atau instan, men-download program dan duduk santai sementara program tersebut bekerja.

Hal ini dimungkinkan karena banyak program bantu hacking dengan sedikit modifikasi. Lebih buruk lagi, biasanya para vandalis komputer atau bogus hacker, sering sesumbar sebagai hacker elite dan masuk ke dalam sebuah sistem tertentu dan merusaknya.

Samurai ”hacker”

Samurai dalam jargon hacker merujuk pada ”sekelompok hacker bayaran yang melakukan hacking legal atas permintaan penyewanya”. Saat ini bukan hal aneh apabila suatu perusahaan menyewa jasa hacker atau kelompok hacker untuk menguji sistem keamanan komputer mereka. Konsepnya adalah ”membobol sistem komputer milik sendiri untuk meningkatkan keamanan”. Dalam hal ini, para samurai hacker hanya melakukan hacking legal untuk membantu pengamanan suatu jaringan komputer.

Tiap profesi biasanya memiliki kode etik, misalnya dokter, dengan kode etiknya yang berasal dari ajaran Hipokrates. Para hacker sejati pun punya kode etik sendiri. Kode etik ini berkembang sejak munculnya para hacker di MIT (Massachusetts Institute of Technology) pada tahun 1960-an, dan kode etik pertama tercatat dalam buku hacker Heroes of the Computer Revolution karya Steven Levy.

Meski telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan, para hacker sejati setuju bahwa prinsip pokok adalah tidak ”merusak”. Prinsip lain para hacker sejati tidak mengubah file apa pun, kecuali menghilangkan jejak.

Para hacker sejati berusaha agar kehadirannya, kalau bisa, tidak disadari oleh pemilik sistem yang dimasukinya. Namun, agar kehadirannya tetap tidak diketahui, mereka akan menghapus jejak mereka, biasanya dengan mengedit berbagai file log dari sistem tersebut.

Hacker sejati percaya bahwa informasi dan pengetahuan adalah hak tiap orang dan tidak boleh dimonopoli oleh pihak tertentu. Lebih jauh, hacker berpendapat bahwa akses tersebut harus total dan mereka berusaha menghilangkan penghalang antara manusia dan teknologi.

Bagi banyak hacker, membuka data-data suatu perusahaan, apalagi perusahaan besar, tidak menjadi masalah selama prinsip tidak merusak serta tidak memanipulasinya. Namun, berdasarkan peraturan perundang-undangan akan lain ceritanya karena memasuki rumah orang tanpa permisi.

Selain yang dijelaskan di atas, ada beberapa kode etik yang tidak tertera secara umum, umpamanya tidak menggunakan program bantu, tidak meng-hack komputer perintah, dan ”asas bela diri” atau menggunakan kemampuan hacking untuk membalas serangan atau tekanan dari pihak yang berkuasa.

CRACKER tidak memiliki kode etik apapun.

Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.
Perbedaan Hacker dan Cracker

a. Hacker
1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b. Cracker
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Dua Jenis Kegiatan Hacking

1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya

2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

Contoh Kasus Hacker

1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama “unik”, seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.

Kode Etik HACKER

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2. Semua informasi haruslah FREE.
3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi 5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.
7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.
10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.

Tingkatan Hacker

Hirarki / Tingkatan Hacker
1. Elite

2. Semi Elite

3. Developed Kiddie

4. Script Kiddie

5. Lamer

1. Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2. Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.
 

© Rockstar System Copyright by ||welcome to papay system|| | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks